Kamis, 30 Desember 2010

SAJAK BULAN

sejak lelaki mengenal bulan
lewat sebuah film pujaan
mereka terlibat pembicaraan
dan akhirnya menjadi teman.

duduk berdekatan
berempat ciptakan kesan
hingga mata seorang kawan
seolah punya tawaran
saat melihat bulan

sebuah pilihan
dan lelaki tak pilih lawan
hanya berdoa kepada Tuhan
agar kawan dapatkan teman

bulan beri jawaban
namun bukan,
yang diharapkan

namun kawan dapat bertahan
setelah dapatkan pesan
dari pengganti bulan

lelaki hilang kasihan
lalu seiring tanggalan
memadang bulan

mentari di balik awan
mengintip ke dua insan
yang dilanda getaran
yang terjangkit kasmaran
lalu ia tampakkan
cahaya dari persembunyian
tanda berhentinya hujan
hujan ketidakpastian

dan

di awal tahun sembilan
lelaki ambil senapan
lalu tembak tepat sasaran.

dari teman,
jadi pacaran


bagai seorang seniman
lelaki buat lukisan
di bawah cahaya bulan
dengan kuas perhatian
alas kanvas keyakinan
dimana setiap pekan
warna baru dituangkan
dari putih keabuan
hingga oren kemerahan
menciptakan

lukisan kebahagiaan.

namun seiring waktu berjalan
si pembuat lukisan
seakan lupa bagian
selain bulan

dan di tengah ramadhan
dimana nafsu ditahan
serta tak ada godaan setan
lelaki dapat ajaran
dari pria bersorban
kemudian ia putuskan
untuk memajang lukisan
hanya sebagai hiasan
dan melanjutkan perjalanan
tanpa cahaya bulan

dari pacaran,
menjadi mantan.

janji dan semua harapan
untuk bersama menyaksikan
seri terakhir film idaman
hingga bahkan
menemani sampai ke nisan
kandas di bulan sembilan
dan tersimpan
hanya sebagai bualan.

yang dikatakan bulan:
terimakasih pangeran.
namun tak bisa disembunyikan
terdengar tangisan.

sebenarnya lelaki ingin berikan
bukan sekedar kekecewaan
bukan juga kenyataan
seperti yang diisyaratkan
tapi sebuah pengalaman
dan sedikit pelajaran
sebagai acuan
agar di hari kemudian
bulan siap ulangan
saat berada dalam dekapan
pangeran yang lebih tampan



selamat jalan.

. . .

kemudian
lelaki dan bulan
melanjutkan perjalanan
tanpa beban
dalam ikatan,

persahabatan





ini sekedar pembuktian.

bahwa setiap insan
dapat mengalami perubahan

bukan lagi bualan
namun bayaran
sebuah perjanjian



ini tulisan



tentangmu, BULAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar