Sabtu, 27 November 2010

DEKLARATIF,PROSEDURAL

saya pernah membaca sebuah buku .
dimana seseorang bertanya kepada Albert Einstein
'berapakah kecepatan gelombang suara?'

'saya lebih baik mengunakan otak saya untuk berpikir. saya tidak pernah meggunakan otak saya untuk mengingat hal yang dapat saya temukan jawabannya di buku atau ensiklopdia' jawabnya

otak yang seharusnya digunakan sebagai alat untuk berpikir ternyata hanya digunakan sebagai mesin fotokopi.
potensi otak manusia yang diberikan Tuhan seharusnya lebih besar dari itu.

harusnya kita bisa menjadi pembuat pengetahuan baru, bukan sekedar penghafal pengetahuan yang telah ada.

mungkin anda berfikir ini butuh proses yang awalnya menghafal dan mengerti sampai akhirnya kita bisa menjadi pencipta.
namun bagaimana dengan penemu konsep pertama kali yang dijadikan acuan?
bagaimana gaya grafitasi bisa tersirat di pemikiran seseorang hanya dengan melihat apel jatuh dari pohonnya?

bahkan sekarang orang-orang sampai rela menggunakan waktunya untuk ikut pelatihan menghapal tambahan demi menghadapi ujian .
ujian berupa soal dengan hanya satu jawaban pada setiap pertanyaan yang dibuat oleh manusia untuk menguji sejauh mana kita hafal dengan pengetahuan yang ditemukan oleh manusia lain. dan dijadikan sebagai label 'anda menggunakan otak anda dengan baik - anda tidak menggunakan otak anda dengan baik'.
label yang dapat menghancurkan harga diri.

mengapa tidak menggunakan waktunya untuk membuat sebuah pemikiran dan menciptakan hal baru?


faktanya, sulit bagi kita untuk keluar dari arus yang dibuat oleh manusia



namun jangan sampai kita lupa

bahwa kita juga manusia.
dan juga..

Makhluk paling sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar